Minggu, 20 Februari 2011

BUKAN MASALAH UANG! - Hollywood

Jakarta - Keputusan Hollywood melalui Motion Pictures Association (MPA) untuk stop mengedarkan produksi film bukan dikarenakan beban pajak yang semakin besar. Lebih dari itu, Hollywood ingin memegang prinsip.

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, Hollywood akan mengeluarkan kocek jebih jika pajak bea masuk atas hak distribusi film impor diberlakukan. Namun kocek bukan masalah bagi mereka.

"Bukan masalah berapa besaran pajak mereka, bukan karena uang. Lebih dari itu mereka memegang prinsip di belahan dunia lain. Tidak ada di dunia manapun pajak bea masuk atas hak distribusi film impor, cuma di Indonesia. Yang ada pajak barang yang masuk. Itu lah karenanya mereka berprinsip kebijakan itu tidak lazim sama sekali," kata Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Massardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam.

Sebelum kebijakan itu disahkan, pihak MPA sudah melakukan negosiasi dengan Dirjen Bea dan Cukai. Tapi usulan mereka, tegas Noorca, tidak didegarkan. Alhasil kebijakan itu pun berjalan.

"Dan akibatnya mereka tidak ingin mengedarkan. Itu konsekuensinya," kata Noorca.

Noorca tidak tahu jelas alasan Dirjen Bea dan Cukai menerapkan kebijakan tersebut. Hanya saja kebijakan tersebut akan merugikan, bukan menguntungkan.

"Kalau misalnya, pemerintah dalam hal ini Dirjen Bea dan Cukai ingin menaikan pendapatan dari bioskop. Sebutlah ingin menaikan 1000 persen keuntungan pemerintah. Pihak mereka (Hollywood) tidak akan menolak dan tidak bisa menolak. Mereka tidak akan dirugikan. Karena kenaikan 1000 persen (pemasukan pajak) dibebankan ke tiket penjualan setiap tontonan. Itu bisa mencapai sampai Rp 1 juta," papar Noorca.

FILM EROPA, MANDARIN, dan BOLLYWOOD "ikut-ikutan"!!

Jakarta - Penerapan peraturan baru tentang impor film asing yang dilakukan Dirjen Pajak juga berpengaruh kepada peredaran film Eropa, Mandarin, dan India atau Bollywood. Pihak importir film Indonesia ogah mendatangkan film-film tersebut.

Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (IKAPIFI) mengamini langkah Hollywood menghentikan pasokan film ke Indonesia. IKAPIFI pun akan berhenti mengimpor film dari Eropa, Mandarin, India dan film-film dunia lainnya.

"Karena yang mereka impor itu bukan hanya film Hollywood saja, tapi film Mandarin, India, dan lain-lain. Semua film di dunia, termasuk film independen. Film-film itu akan terkena pajak seperti itu juga," kata Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam.

Mewakili 21 Cineplex, Noorca mengaku prihatin dengan kebijakan Dirjen Bea dan Cukai. Namun ia tidak lantas menyahkannya, Noorca dan teman-temannya di IKAPIFI hanya bisa berharap Dirjen Pajak bisa mendengarkan keinginan dari Motion Pictures Association (MPA).

"Menghadapi hal seperti ini, kami merasa sangat prihatin. Hanya berharap dan berdoa, mereka datangkan kembali. Tapi kami juga berharap Dirjen Bea dan Cukai meninjau kembali keputusannya," papar Noorca

DVD BAJAKAN JADI ALTERNATIF!!

Jakarta - Pecinta film di Indonesia tidak akan kesulitan menikmati film-film baru garapan Hollywood dan Eropa. DVD bajakan pun akan menjadi pilihan jikaHollywood stop mengirimkan produksi filmnya ke Indonesia.

"Kalau kebijakan ini masih ada, orang-orang akan lari ke DVD bajakan. Jangan sampai ada kebijakan ini," kata Aan, seorang pecinta film saat ditemui di XXI Pejaten Village, Jakarta Selatan, Sabtu (19/2/2011).

Menurut pelajar SMA di Jakarta ini, dengan tidak adanya film asing di bioskop, alternatif tontonan akan menjadi lebih sedikit. Meski film Indonesia tidak jelek, namun dilihat dari keragamannya masih sangat kurang.

"Film Indonesia itu selalu ngarahnya ke cinta, kan kita juga perlu hiburan jenis lain selain film cinta. Misalnya action," kata Aan yang juga gemar membaca ini. Aan mengakui, sineas Indonesia saat ini memang sudah kreatif. Namun untuk membuat film action yang bagus, masih belum mampu.

Sementara itu Sarah dan Novi, dua gadis yang mengaku sangat menyukai film-film asing, juga kecewa dengan kebijakan yang diberlakukan Kamis 17 Februari lalu itu. Menurut mereka, teknik pembuatan dan kualitas film Hollywood dan Eropa jauh lebih bagus dibanding Indonesia.

"Film Indonesia sekarang ini lebih banyak yang nggak berbobot, kebanyakan jual perempuan, di film luar juga ada unsur seks-nya tapi penggarapannya lebih bagus," kata Sarah. Novi dan Sarah pun mengaku akan menonton film-film yang bagus ke mana saja.

"Pokoknya kalau bagus, kita harus nonton," kata mereka kompak.

Sementara itu Heri, pengunjung lainnya, memiliki pendapat yang sedikit berbeda. Menurutnya, dengan tidak adanya film dari Hollywood dan Eropa, para sineas di Indonesia justru akan semakin terpacu untuk membuat film-film yang bagus dan berbobot.

"Tapi sisi bagusnya pemikiran orang Indonesia khususnya pembuat film, akan berkembang dari sisi kreatifnya," kata pria yang mengaku baru mengetahui adanya kebijakan itu.

Pantauan detikcom, bioskop XXI Pejaten Village masih didatangi banyak pengunjung. Bioskop itu juga masih memutar sejumlah film asing seperti 'The Green Hornet', 'The Mechanic', dan 'The King's Spech'. Di sejumlah pigura 'coming soon' juga masih didominasi poster-poster film asing.


sumber: detik.com
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah tegas dalam mengusut setiap tindak kekerasan berbau agama. Selama ini pemerintah dinilai kurang tegas dalam menangani kekerasan yang berbalut agama.

Pemerintah MEMBODOHI Masyarakat!!

Pemerintah kita sepertinya tengah melakukan gerakan pembodohan rakyat Indonesia. Kali ini bukan melalui kampanye-kampanye yang berhiaskan janji-janji palsu, atau membentuk tim khusus dengan dalih untuk mencari data-data yang dibutuhkan secara independen (padahal untuk melindungi oknum-oknum di pemerintah yang bersalah, bisa jadi yang duduk di istana ikut terlibat), melainkan menaikkan pajak film impor. Lho? Gak usah heran dulu apa kaitannya.

Rabu, 09 Februari 2011

Catatanku

Aku terus terhisap ke dalam pusaran dasar jurang. AKu tak bisa melepaskan diriku dari sana. Semakin aku mencoba memberontak, semakin kuat aku terhisap ke dalamnya. Aku mencoba raih batu di dinding jurang, tapi tak sampai tanganku meraihnya. Aku pasrah menerima nasibku ini.

Minggu, 06 Februari 2011

Bob Marley, Ikon Reggae Dunia



Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella, seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan warga setempat karena Ras.


Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya.

Dan akhirnya pada hari Rabu , 06 Februari 1945, Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta "Bob" Marley pada pukul 2.30 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles, Saint Ann, Jamaika. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.


Awal Ketertarikannya Pada Musik

Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys". Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”.

Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.


Bagaimana Cerita Perubahan Nama Band Tersebut?

Mereka berenam yang berada dalam "payung" The Wailing Wailer mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai/bwoy” (rasta vocab: rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston.

The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailers, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.



Akhir Perjalanan

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)


Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit (melanoma maligna), Bob mewarisi penyakit dari ayahnya, yang juga menderita karenanya. Ia menolak jari kakinya diamputasi oleh dokter seperti yang direkomendasikan. Ia mengklaim hal tersebut sangat bertentangan dengan keyakinan Rastafarian-nya. Alasan lainnya adalah dampak negatif yang mungkin timbul pada keterampilan menarinya. Namun penyakit ini ia sembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa.

Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.


Terlihat jelas melalui sinar matahari Jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent.

Dua dekade setelah dia meninggal, Imensitas (kebesaran) Bob Marley menempatkannya menjadi satu diantara figur-figur transenden terbesar sepanjang abad. Riak-riak yang dilakukannya menyebrang dari sungai musiknya kedalam samudera politik, etika, gaya hidup, filsfat, dan kepercayaan (Rastafaria). Bob Marley dimasukkan ke dalam Rock n Roll Hall of Fame pada tahun 1994. Majalah time memilih lagu Bob Marley & The Wailers Exodus sebagai album terbersar pada abad ke-20. Pada tahun 2001 ia memenangkan Grammy Lifetime Achivement Award.

Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita Marley, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Bob Marley, yang juga disertai kata-kata Bob Marley sendiri. Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”. Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan.

Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda, “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vain” akan tetap menggairahkan, dan “One Love, One Heart” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan di dunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.

Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius. Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di Indonesia (Jogjakarta dan Bali), berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.

Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatik walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajaran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya. Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.




disadur dari berbagai sumber

Selamat Jalan, Adjie Massaid!

Pertelivisan Indonesia hari ini terlihat bersaing mengabarkan berita atas meninggalnya Adjie Massaid. Infotaimen beromba untuk terdepan mengabarkan berita duka ini. Tak hanya di TV, di internet juga mulai bertebaran artikel yang membahas hal yang sama. Maka dari itu, izinkan saya untuk memasukkan sekilas tentang almarhum Adjie Massaid. Here it is...

Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau lebih dikenal dengan Adjie Massaid(lahir di Jakarta7 Agustus 1967 – meninggal di Jakarta, 4 Februari 2011 pada umur 43 tahun) adalah aktor dan model Indonesiaketurunan Jawa-Madura-Belanda . Ia adalah anggota DPR-RI periode 2004-2009 dan 2009-2014dari Partai Demokrat. Sesuai rencana, jenazahnya akan disemayamkan di rumah duka di Taman Cilandak, Jakarta Selatan sebelum dimakamkan di TPU Jeruk Purut - Jakarta Selatan. Sebelum meninggal, Adjie Massaid sempat bermain bola di lapangan Lebak Bulus, Jakarta bersama Rico Ceper.


Riwayat Hidup

Masa muda dan awal karier

Adjie yang memiliki darah Jawa-Madura-Belanda adalah anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Raden Pandji Sujono Tjondro Adiningrat. Adjie menghabiskan masa kanak-kanaknya dan bersekolah tingkat dasar di Rawamangun, Jakarta Timur. Ketika naik ke kelas empat sekolah dasar, Adjie mengikuti keluarganya pindah ke Negeri Belanda pada tahun 1975. Di masa mudanya, Adjie Massaid pernah memperkuat klub sepakbola papan atas Belanda, Ajax Amsterdam junior.

Adjie mengawali kariernya di Indonesia sebagai model catwalk. Debutnya di dunia akting dimulai dalam film layar lebar karya Garin Nugroho, Cinta Dalam sepotong Roti (1990).


Karier Di Dunia Politik


Popularitasnya sebagai model dan aktor menjadi modal ketika ia kemudian beralih ke panggung politik. Namun, karier sebagai politisi bukan barang baru baginya karena ia berasal dari keluarga politisi (bupati) Pasuruan. Ia menjadi anggota DPR-RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat. Selain aktif sebagai politisi, Adjie juga Manajer Timnas U-23.


Kehidupan Pribadi

Adjie menikah dengan penyanyi Reza Artamevia pada tanggal 9 Februai1999. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak bernama Zahwa dan Aaliya. Pasangan tersebut bercerai pada 17 Januari 2005. Ia untuk beberapa lama membujang, sebelum akhirnya menikah dengan Angelina Sondakh, mantan Puteri Indonesia yang juga anggota DPR-RI untuk Partai Golkar (dan pada periode 2009-2014 untuk Partai Demokrat). Keduanya menikah pada 29 April 2009 dan kini memiliki anak, bernama Keanu Jabaar Massaid, yang lahir pada tanggal 9 September 2009.


Dan sekarang, takkan ada lagi sosok (alm) Adjie Massaid di antara kita. Sekarang, kita tak bisa lagi untuk melihat sosok almarhum di kehidupan ini. Akhir kata, saya sebagai pengurus blog yang sederhana ini mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya ke rahmatullah, Adjie Massaid. Semoga arwah almarhum di terima di sisi Allah S.W.T. Dan semoga diterima amal ibadahnya, serta dihapuskanlah dari segala kekhilafannya. Amin.

Keluarga Bob Marley

Banyak penggemar reggae belum mengetahui berapa banyak dan siapa saja anak-anak dari Bob Marley, sang legenda reggae. Cukup mencenangkan ketika saya mencari di internet (googling) tentang daftar nama anak Bob Marley, dan membaca sebuah artikel di salah satu web ternama di dunia, wikipedia. Berikut ini adalah hasil terjemahannya yang saya persembahkan untuk Anda. Saya berharap postingan ini dapat menjadi pelengkap pengetahuan Anda tentang Bob Marley.

Ternyata, Bob Marley memiliki sejumlah anak: tiga dengan istrinya Rita Marley, dua diadopsi dari hubungan sebelum ia menikah dengan Rita, dan beberapa lainnya dengan wanita yang berbeda.
Situs resmi Bob Marley hanya mengakui sebelas daftar nama sebagai anak Bob Marley.

Mereka terdaftar di situs resmi adalah:

  1. Sharon, lahir 23 November 1964, hasil hubungannya sebelum menikah dengan Rita.
  2. Cedella, lahir 23 Agustus 1967, buah pernikahannya dengan Rita.
  3. David "Ziggy", lahir 17 Oktober 1968, buah pernikahannya dengan Rita.
  4. Stephen , lahir 20 April 1972, buah pernikahannya dengan Rita.
  5. Robert "Robbie", lahir 16 Mei 1972, hasil hubungannya dengan Pat Williams.
  6. Rohan, lahir 19 Mei 1972, hasil pernikahannya dengan Janet Hunt.
  7. Karen,lahir 1973, hasil hubungannya dengan Janet Bowen.
  8. Stephanie, lahir 17 Agustus 1974, menurut Cedella Booker, ia adalah putri Rita dengan seorang pria bernama Ital, selingkuhan Rita, tetap saja dia diakui sebagai putri Bob Marley.
  9. Julian, lahir 4 Juni 1975, hasil hubungannya dengan Lucy Pounder.
  10. Ky-Mani, lahir 26 Februari 1976, hasil hubungannya dengan Anita Belnavis.
  11. Damian, lahir 21 Juli 1978, hasil hubungannya dengan Cindy Breakspeare.

Makeda yang lahir pada tanggal 30 Mei 1981, hasil hubungannya dengan Yvette Crichton, setelah kematian Marley. Dalam buku Dixon Book Meredith's dia terdaftar sebagai anak Marley, tetapi dia tidak terdaftar seperti itu di website resmi Bob Marley. Di berbagai situs, juga terdaftar Imani Carole, lahir 22 Mei 1963 , hasil hubungannya dengan Cheryl Murray, dia juga tidak terdaftar dalam situs resmi Marley sebagai anak Bob Marley.

Sungguh menyedihkan sekali bila kita melihat kenyataan bahwa Makeda dan Imani Carole tidak terdaftar sebagai anak dari Bob Marley di situs resminya, meski telah diakui di web lainnya.


Kamis, 03 Februari 2011

Tanggal Perayaan Imlek

Kalender lunisolar Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Cina. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur (seperti Iran, dan pada zaman dahulu kala, daratan Bulgar).

Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Cina jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Cina biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Cina, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.

Tanggal untuk Tahun Baru Cina dari 1996 sampai 2019 (dalam penanggalan Gregorian) dapat dilihat di tabel di atas, bersamaan dengan shio hewan untuk tahun itu dan cabang duniawinya. Bersamaan dengan daur 12-tahun masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Cina, yaitu: Kayu, Api, Bumi, Logam, dan Air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersbut dengan itu dibedakan menjadi: Kayu Yang, Kayu Yin, Api Yang, Api Yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.
Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan dengan tahun kelahiran Gregorian mereka. Karena Tahun Baru Cina dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek di tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular alih-alih tahun kuda.


sumber: wikipedia.com

Berkah Imlek Kurang Dirasakan Pengrajin Barongsai


Berkah Imlek tahun ini dirasa keluarga Richard Steven tak seperti sebelumnya. Pengrajin barongsai asal perumahan Pondok Jati Sidoarjo ini tidak mendapat pesanan pada Imlek tahun ini.

Dibanding tahun sebelumnya, saat jelang perayaan Imlek dan saat Hari Raya Imlek, pesanan masih banyak yang harus diseleseikan.

Namun untuk tahun ini, bisnis yang ditekuninya sejak tahun 2005 dan hanya satu-satunya perajin barongsai di Sidoarjo itu, menjadi sebaliknya alias sepi.

Kata Richard, mahal bahan baku bulu import dan sudah banyaknya perajin barongsai seperti di Semarang, menjadi kegiatan bisnisnya yang ditekuni bersama keluarganya ini menjadi terpuruk.

Dirinya belum punya relasi untuk pasokan bahan baku bulu import yang murah. Sehingga harganya disesuaikan dengan modal yang dikeluarkan. Dia tidak berani mematok harga miring, khawatir merugi.

"Jika ditempat lain harga satu barongsai lengkap dengan pakaian tubuh dan ekornya dijual hanya Rp 3,5 juta, dengan bahan yang sama dan kualitas terjamin, saya menjualnya sekitar Rp 6 juta," tandasnya kepada wartawan Kamis (3/2/2011).

Dia menyebut, untuk perajin lainnya, banyak yang mendapatkan bahan yang lebih murah karena banyak punya relasi untuk bahan bakunya. Meski sepi, saat ini keluarganya tetap berkreasi, semata-mata hanya digunakan untuk sendiri.
"Maklum keluarga saya juga memiliki tim kesenian barongsai," tandasnya.

Ditambahkan Richard, dalam kesenian barongsai, keluarganya juga kerap tampil memenuhi undangan atau tampil didaerah pinggiran. Keluarganya juga tidak mematok tarif penampilan barongsai yang disajikan.

"Jika tampil di masyarakat pinggiran, sifatnya lebih pada rasa sosial dan tidak mematok harga. Tapi kalau diminta tampil di instansi pemerintah atau swasta, saya akan mematok harga minimal Rp 2 juta sekali tampil," terang dia.

Sayangnya, Pemkab Sidoarjo dinilai kurang memperhatikan nasib kesenian barongsai ini. Padahal kerap dalam suatu event itu juga menampilkan kesenian barongsai.

Bahkan sejatinya seniman kelompok kesenian barongsai Sidoarjo itu ini juga berkeinginan memiliki tempat untuk latihan kesenian yang populer era Presiden Gus Dur itu. Tapi, sampai sekarang, keinginan itu tidak terealisasi.

sumber: inilah.com

Ramalan (Harapan) di Tahun Kelinci Emas

Tahun baru Imlek 2011 (2562), jatuh pada hari Kamis tanggal 3 Februari 2011.

Astrologi (ilmu perbintangan) China mengenal 4 elemen yakni api, tanah, emas atau logam, air dan kayu. Tahun 2011 ini adalah tahun kelinci yang didominasi oleh elemen logam sehingga disebut juga Tahun Kelinci Emas.

Dalam ilmu pengobatan tradisional China, ke 4 elemen ini berhubungan dengan organ-organ tertentu dalam tubuh manusia. Elemen logam mewakili beberapa sistem organ termasuk pencernaan, imunitas atau kekebalan tubuh, kulit dan terutama pernapasan.

Melemahnya sistem kekebalan tubuh di Tahun Kelinci Emas mendatang akan membuat sistem pernapasan mudah mengalami infeksi. Mulai dari yang ringan seperti flu dan batuk, hingga yang agak serius seperti bronkitis dan pneumonia.

Meningkatnya risiko gangguan sistem kekebalan tubuh dan pernapasan bisa diperparah oleh kebiasaan merokok. Asap rokok memberikan radikal bebas yang melemahkan sel-sel di dalam tubuh, sekaligus memberikan dampak secara langsung pada sistem pernapasan karena memicu sesak napas.

Tahun Kelinci Emas 2011 merupakan waktu yang tepat untuk berhenti merokok, ungkap seorang pakar kesehatan dari Complete Oriental Medical Care di Minneapolis, Steven Sonmore, L.Ac.

(Sumber: Detik.com).

Arti Imlek

ARTI IMLEK SEBENARNYA

Banyak kalangan termasuk penduduk keturunan chinese sendiri yang tidak tahu apa sebenarnya imlek itu? Siapa yang menyusun kalender imlek tersebut? Semua orang keturunan chinese di dunia dengan berbagai agama dan golongan merayakan Tahun Baru Cina tersebut, tapi beberapa dari mereka tidak mengetahui apa asal muasal imlek sebenarnya. Terutama penduduk Indonesia keturunan chinese yang sudah dibutakan selama 30 tahun lebih. Kalau begitu, mari kita simak dan khayati bersama artikel di bawah ini untuk menambah wawasan kita.



AGAMA KHONGHUCU & PENANGGALAN IMLIK
Di tulis oleh : Dr. Oesman Arif M.Pd.

Di Tiongkok pada zaman dahulu orang Tionghua sudah menganutm agama Ru Jiao yang diajarkan oleh para Raja Suci zaman purba. Raja Suci purba itu antara lain Fu Xi (3500 SM), Yao (2300 SM), Shun (2225 SM), Yu , Wen Wang dan Zhou Gong. Ajaran agama Ru Jiao itu diajarkan secara turun menurun tetapi belum ada Kitab Sucinya. Agama Ru Jiao ini sudah memiliki rumah ibadah yang disebut Miao atau Bio ( Miao dalam bahasa Indonesia disebut Kelenteng), yang didirikan oleh raja. Semua raja yang baru naik tahta diwajibkan mendirikan tujuh Miao ( kelenteng) agama Ru Jiao. Para gubernur yang baru diwajibkan membangun lima Miao (kelenteng). Para residen yang baru dilantik diwajibkan membuat tiga Miao.

Miao itu menjadi rumah ibadah turun temurun, tetapi tidak ada pembinaan yang intensif bagi rakyat yang memeluk agama Ru Jiao. Para penjaga Miao itu yang disebut Bio Kong tidak dibekali dengan pengetahuan agama yang lengkap. Mereka hanya dibekali dengan pengetahuan cara melaksanakan upacara sembahyang secara lisan saja. Orang Tionghua pada waktu itu mempelajari agama Ru Jiao dari dongeng-dongeng yang beredar dalam masyarakat. Sistem pendidikan agama Ru Jiao saat itu sangat tidak efektif, akibatnya keadaan negara semakin lama semakin kacau. Para raja muda yang jabatannya sebenarnya cuma gubernur mengangkat dirinya sendiri sebagai raja di daerahnya. Demikian pula para bupati atau residen juga mengangkat dirinya menjadi raja kecil lalu menyerang daerah tetangganya.

Kekacauan itu dimulai beberapa puluh tahun setelah Zhou Gong tidak menjadi raja, dan masih berlanjut sampai zaman Nabi Khongcu (551-479 SM). Nabi Khongcu sebagai Nabi yang dikirim Tuhan untuk memperbaiki keadaan kacau di Tiongkok. Nabi Khongcu mulai mengerjakan tugasnya dengan mempelajari naskah kuno di perpustakaan kerajaan. Beliau menyusun kembali semua ajaran agama Ru Jiao yang sudah diajarkan oleh para Raja Suci purba.

Nabi Khongcu menyusun ajaran agama Ru Jiao dalam Enam Jilid Kitab yang disebut Liu Jing atau Enam Kitab Suci Ru Jiao. Nabi Khongcu mendirikan sekolah gratis dengan 3000 (tiga ribu) murid. Sekolah Nabi Khongcu ini dibiayai oleh murid yang kaya raya bernama Cu Gong. Kepada murid-murid ini Nabi Khongcu mengajarkan agama Ru Jiao, sambil menata kembali struktur altar kelenteng disesuaikan dengan ajaran agama Ru Jiao yang sebenarnya. Adanya altar untuk Thi Kong atau altar Tuhan YME di bagian paling depan dari kelenteng adalah atas petunjuk Nabi Khongcu. Sejak saat Nabi Khongcu menata kelenteng agama Ru Jiao semua kelenteng agama Ru Jiao pasti ada altar untuk sembahyang kepada Tuhan YME.

Selain menata struktur altar kelenteng, Nabi Khongcu juga menentukan Kalender yang cocok untuk melakukan upacara sembahyang. Menurut Nabi Khongcu, panganut Ru Jiao wajib melakukan upacara sembahyang besar kepada Tuhan dan para arwah pada waktu yang tepat. Supaya rakyat mengetahui waktu yang tepat melakukan upacara sembahyang perlu dibuatkan Kalender yang khusus. Nabi Khongcu menggunakan Kalender dinasti Xia yang sesuai untuk mengatur pekerjaan petani juga ditambahkan agar sesuai untuk menentukan waktu melaksanakan upacara besar.

Menurut Kalender Xia pergantian tahun itu jatuh pada tanggal empat bulan Februari. Nabi Khongcu menetapkan pergantian tahun tanggal satu bulan satu Imlik tidak tepat pada tanggal 4 Februari (menurut perhitungan matahari), tetapi bisa maju dan mundur tidak lebih dari 15 hari. Nabi Khongcu melakukan perhitungan-perhitungan yang cermat menyusun Kalender Imlik agar rakyat Tiongkok dan orang Tionghua dapat memanfaatkan Kitab Yi Jing sebagai kitab yang menuntun perbaikan hidup manusia.

Kitab Yi Jing adalah salah satu dari Enam Kitab yang disusun Nabi Khongcu sebagai Kitab Suci agama Ru Jiao. Kitab ini menjelaskan rahasia Ba Gua atau Pat Kwa, dan menjadi pedoman orang dalam menjalankan segala usaha termasuk usaha bisnis. Ilmu Feng Shui, ilmu Pengobatan Tiongkok juga dikembangkan dari isi Kitab Yi Jing ini. Orang yang ingin mengetahui perjalanan hidupnya dan kesuksesannya dapat mempelajari Yi Jing, dan perlu mengetahui tanggal kelahirannya berdasar kalender Imlik atau kalender yang sudah disusun oleh Nabi Khongcu. Agama Ru Jiao yang telah diatur kembali oleh Nabi Khongcu sekarang di Indonesia di sebut Agama Khonghucu. Agama Khonghucu sangat erat hubungannya dengan Penanggalan Imlik. Tehun Baru Imlik adalah tahun baru yang ditentukan oleh Nabi Khongcu maka Tahun baru Imlik adalah tahun Baru agama Khonghucu. Namun, pada hari yang dimuliakan oleh umat agama Ru Jiao itu boleh juga dirayakan oleh siapa saja yang mau ikut bergembira. Tetapi jangan pernah berkata bahwa tahun baru Imlik itu tahun baru Kebudayaan Tionghua. Menurut seorang peneliti budaya Tionghua dari Ingris bernama Homer Dubs (1923 M), kebudayaan Tionghua adalah kebudayaan yang telah didisain oleh Xun Zi ( 326-233 SM) berdasarkan agama Khonghucu. Xun Zi telah mengukuhkan ajaran agama Khonghucu (agama Ru Jiao) menjadi warna, dan bentuk dari kebudayaan Tionghua hingga sekarang.

Agar lebih mengenal dan menghayati lebih dalam tentang perayaan Imlek, ada baiknya, bagi Anda yang merayakannya untuk mengetahui SEJARAH IMLEK di WIKIPEDIA

IMLEK DI INDONEISAKU

Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti "kemakmuran," "panjang umur," "keselamatan," atau "kebahagiaan," dan merupakan hidangan kesukaan para leluhur.

Kue-kue yang dihidangkan biasanya lebih manis daripada biasanya. Diharapkan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Di samping itu dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang juga merupakan makanan yang wajib dihidangkan pada waktu persembahyangan menyambut datangnya tahun baru Imlek. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Ada juga makanan yang dihindari dan tidak dihidangkan, misalnya bubur. Bubur tidak dihidangkan karena makanan ini melambangkan kemiskinan.

Kedua belas hidangan itu lalu disusun di meja sembahyang yang bagian depannya digantungi dengan kain khusus yang biasanya bergambar naga berwarna merah. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya untuk menyantap hidangan yang disuguhkan.

Di malam tahun baru orang-orang biasanya bersantap di rumah atau di restoran. Setelah selesai makan malam mereka bergadang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa masuk ke rumah dengan leluasa. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan permen.

Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, serta manisan kolang-kaling. Agar pikiran menjadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang.

Tujuh hari sesudah Imlek dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki.

Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut dengan Cap Go Meh. Masyarakat keturunan Cina di Semarang merayakannya dengan menyuguhkan lontong Cap Go Meh yang terdiri dari lontong, opor ayam, lodeh terung, telur pindang, sate abing, dan sambal docang. Sementara di Jakarta, menunya adalah lontong, sayur godog, telur pindang, dan bubuk kedelai.

Pada waktu perayaan Imlek juga dirayakan berbagai macam keramaian yang menyuguhkan atraksi barongsai dan kembang api.

Gong Xi Fa Cai (恭喜发财) atau Xin Nian Kuai Le (新年快樂)?


Hari ini, tepatnya tanggal 3 Februari 2011, merupakan salah satu hari istimewa bagi para insan keturunan tionghoa. Karena hari ini merupakan hari raya tahun baru cina (imlek) ke-2562 yang merupakan giliran shio kelinci berkuasa. Meskipun, di INDONESIA, warga keturunan tionghoa baru bisa merayakannya di bumi pertiwi sejak tahun 2000.

IMLEK sendiri dihitung berdasarkan dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari. Kalender Tionghoa sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan memilih hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha. Kalender Tionghoa dikenal juga dengan sebutan lain seperti "Kalender Agrikultur" (nónglì 农历/農曆), "Kalender Yin 阴历/陰曆" (karena berhubungan dengan aspek bulan), "Kalender Lama" (jìulì 旧历/舊曆) setelah "Kalender Baru" (xīnlì 新历/新曆) yaitu Kalender Masehi, diadopsi sebagai kalender resmi, dan "Kalender Xià 夏历/夏曆" yang pada hakikatnya tidak sama dengan kalender saat ini. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

Berbagai macam hiasan dan pernak-pernik khas Imlek pun dengan mudah dapat kita temukan di berbagai toko perbelanjaan; mulai dari angpao, kue keranjang, patung dewa, replika bunga dan pohon musim semi (
mei hwa), guci, lampu lampion, hio, lilin merah,pakaian tradisional dan Cheong sam China ( Pakaian khas Imlek), sampai Barongsai (lion dance) tersedia dimana-mana. Benar-benar terlihat kian semarak perayaannya tahun ini.











Tak hanya sebatas hiasan dan pernak-pernik yang 'bertebaran', Gong Xi Fa Cai (恭喜发财), salam khas Imlek pun terdengar di mana-mana, mulai dari media cetak, media elektronik, dan internet.

Namun ada kesalahpamahan di golongan warga non-tionghoa, yang mengartikan gong xi fa cai sebagai ucapan selamat tahun baru. Secara harafiah, Gong Xi berarti salam atau selamat, Fat berarti semakin, dan Cai berarti kaya atau makmur. Jadi apabila diterjemahkan secara literal, Gong Xi Fat Cai bisa diartikan semoga semakin kaya.

Sebenarnya bukan hanya
gong xi fa cai saja yang dapat diucapkan untuk memberikan salam ketika bertamu. Ada salam Bahasa Hokkien, yaitu : Kiong Hi Huat Cai - sering diucapkan sebatas Kiong Hi (salam) -, dan Kung Hei Fat Choi (bahasa Kanton) yang memiliki persamaan arti. Jika Gong Xi Fat Cai itu bukan selamat tahun baru, lalu bagaimana mengucapkan selamat tahun baru di dalam Bahasa Mandarin? Jawabnya adalah : Xin Nian Kuai Le (新年快樂). Ucapan tersebut secara harafiah bermakna selamat tahun baru.

Jadi, jika Anda yang berasal dari golongan non-Tionghoa ingin mengucapkan selamat tahun baru kepada kerabat tionghoa Anda, maka katakanlah: Xin Nian Kuai Le! Gong Xi Fa Cai! (Selamat tahun baru! Semoga semakin kaya!).

Selasa, 01 Februari 2011

SINDIRAN BUAT PARA KORUPTOR DI INDONESIA!!!

Saat saya iseng-iseng browsing di rumah memakai laptop saya, saya mencari gambar-gambar karikatur tentang koruptor di Indonesia. Eh, ada yang pas banget untuk keadaan saat ini. Silahkan dilihat-lihat, siapa tahu Anda tertarik untuk membantu para kaum marjinal untuk memberantas KKN di INDONESIA!!

Karikatur Para Tersangka KKN yang dilakukan anggota DPR



Dan saya juga mendengar lagu-lagu yang dengan beraninya menyuarakan dengan lantangnya suara kemuakan mereka terhadap koruptor yang rasanya tak punya malu dan harga diri lagi. Saya dapatkan video-video di bawah ini dari YouTube.Com:


Persahabatan adalah Romansa yang Sesungguhnya

Terkadang aku heran melihat keseragaman presepsi teman-teman yang aku kenal, bahwa romansa hanya dapat terjadi dalam sebuah hubungan spesial, alias pacaran. Tapi, aku sama sekali tidak setuju dengan pendapat itu. Bukan karena aku sama sekali belum pernah merasakan indahnya pacaran. Tetapi karena cinta dan sayang bisa juga terlukiskan dalam sebuah hubungan yang setahu ku tak mengenal kata "putus" dan "mantan" yaitu sebuah hubungan persahabatan.

Aku punya teman 'spesial' yang sampai hari ini masih bisa aku ingat semua tentangnya, mulai dari hobinya, warna favoritnya, jenis lagu favoritnya, sampai hal-hal kecil yang sedikit memasuki wilayah pribadi sekalipun.

Dalam persahabatan yang aku punya, aku belajar tentang banyak hal, salah satunya yaitu bagaimana kita mengenali kelebihan dan kekurangan yang kita miliki masing-masing, dan menjadikannya sebuah kesatuan yang saling melengkapi. Aku umpakan setiap individu itu seperti pecahan puzel yang memiliki sisi-sisi yang berbeda. Namun karena perbedaan itulah yang justru membuat kita saling mengisi kekurangan orang lain dengan kelebihan yang kita punya, begitupun sebaliknya, sehingga membentuk sebuah kolase yang indah dan eksotis.

Dalam persahabatan juga aku merasakan sebuah hubungan, yang kurasakan, lebih indah dari sekedar hubungan pacaran. Dalam persahabatan yang telah terjalin cukup lama, aku tak lagi merasa canggung ataupun malu untuk membagi cerita-cerita yang sifatnya pribadi, karena aku telah menganggap para sahabatku itu seperti saudaraku sendiri. Dimana kami saling mengasihi dan melindungi satu sama lainnya.

Ya meski harus aku akui, terkadang memang terjadi ketidakcocokan sehingga menimbulkan konflik di antara aku dan sahabatku, tapi itu tak berlangsung lama, biasanya. Tetapi kami tak pernah memendam dendam, dengki, dan iri dengan yang lainnya sekecil apapun. Karena jika ada suatu masalah atau hal-hal kecil yang membuat salah satu di antara kami merasa tidak enak, kami langsung menyelesaikannya hari itu juga. Sekalipun ada permusuhan di antara kami, tapi itu tak pernah lebih dari sehari. Hari ini musuhan, esok harinya kembali normal laiknya sahabat.

Jadi sampai hari ini, menurut keyakinanku, persahabatan adalah romansa yang sesungguhnya. Entah apa yang akan terjadi jika masing-masing dari kami telah memiliki keluarga dan kehidupan sendiri. Tapi aku berharap, persahabatan yang terjalin masih punya tersendiri di hati kita masing-masing untuk terus hidup seiring berjalannya kehidupan di dunia yang sementara ini. Kekal sampai Tuhan yang memisahkan. Amin.



*Tulisan di atas aku tujukan untuk para sahabat yang pernah menemaniku dan menemaniku sekarang: Mada Nanda A., Wahyu (anak Pak Joko. Maaf, aku lupa nama lengkapmu, kawan. :-P), Junaidi (Jun, how are you in there?), Dewi Permata Sari, Dyah Tursina Andriani, Nila Saraswati, Sri Wahyu Handayani, Nurul Aini, Rizal Aditama, Rizki Amin Yasir, Anggik Ferdiansyah Lubis, Firman 'Babon', Euis Novitasari, Resi Alviani, Ibnu Malik, Faturochman, Agus 'tenyong', Defieta Ade Aprelia (sahabat maya pertama dari Bali), Fitri Rahmawati (sahabat maya dari Sukabumi), Isminur Eka Putri (sahabat maya dari Tulungagung), Sinta Septiana Fauzia dan kembarannya almh. Santi Septiani Fauzi, Nevi Yulianti, M. Eri Maulana, Nurul Amanah Ambar, Dyah Aprilia, Ernis Oktaviani, Listia Wati Sophia, Woro Sekar Ayu, Dessy Gilang Permata, Agie Nugraha Pratama, Arni Oktaviani (My 11101991-mate), dan Onih 'Ikh' (sahabat maya dari Kuningan - Jawa Barat). Love & miss you all. Kalian tersimpan rapi di dalam hati terdalamku. Meski jauh, tetapi kau kurasa dekat di hati ini. :-D


Dan aku punya sebuah lagu yang aku rasakan pas untuk persahabatan kita.