Kamis, 03 Februari 2011

Tanggal Perayaan Imlek

Kalender lunisolar Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Cina. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur (seperti Iran, dan pada zaman dahulu kala, daratan Bulgar).

Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Cina jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Cina biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Cina, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.

Tanggal untuk Tahun Baru Cina dari 1996 sampai 2019 (dalam penanggalan Gregorian) dapat dilihat di tabel di atas, bersamaan dengan shio hewan untuk tahun itu dan cabang duniawinya. Bersamaan dengan daur 12-tahun masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Cina, yaitu: Kayu, Api, Bumi, Logam, dan Air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersbut dengan itu dibedakan menjadi: Kayu Yang, Kayu Yin, Api Yang, Api Yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.
Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan dengan tahun kelahiran Gregorian mereka. Karena Tahun Baru Cina dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek di tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular alih-alih tahun kuda.


sumber: wikipedia.com

Berkah Imlek Kurang Dirasakan Pengrajin Barongsai


Berkah Imlek tahun ini dirasa keluarga Richard Steven tak seperti sebelumnya. Pengrajin barongsai asal perumahan Pondok Jati Sidoarjo ini tidak mendapat pesanan pada Imlek tahun ini.

Dibanding tahun sebelumnya, saat jelang perayaan Imlek dan saat Hari Raya Imlek, pesanan masih banyak yang harus diseleseikan.

Namun untuk tahun ini, bisnis yang ditekuninya sejak tahun 2005 dan hanya satu-satunya perajin barongsai di Sidoarjo itu, menjadi sebaliknya alias sepi.

Kata Richard, mahal bahan baku bulu import dan sudah banyaknya perajin barongsai seperti di Semarang, menjadi kegiatan bisnisnya yang ditekuni bersama keluarganya ini menjadi terpuruk.

Dirinya belum punya relasi untuk pasokan bahan baku bulu import yang murah. Sehingga harganya disesuaikan dengan modal yang dikeluarkan. Dia tidak berani mematok harga miring, khawatir merugi.

"Jika ditempat lain harga satu barongsai lengkap dengan pakaian tubuh dan ekornya dijual hanya Rp 3,5 juta, dengan bahan yang sama dan kualitas terjamin, saya menjualnya sekitar Rp 6 juta," tandasnya kepada wartawan Kamis (3/2/2011).

Dia menyebut, untuk perajin lainnya, banyak yang mendapatkan bahan yang lebih murah karena banyak punya relasi untuk bahan bakunya. Meski sepi, saat ini keluarganya tetap berkreasi, semata-mata hanya digunakan untuk sendiri.
"Maklum keluarga saya juga memiliki tim kesenian barongsai," tandasnya.

Ditambahkan Richard, dalam kesenian barongsai, keluarganya juga kerap tampil memenuhi undangan atau tampil didaerah pinggiran. Keluarganya juga tidak mematok tarif penampilan barongsai yang disajikan.

"Jika tampil di masyarakat pinggiran, sifatnya lebih pada rasa sosial dan tidak mematok harga. Tapi kalau diminta tampil di instansi pemerintah atau swasta, saya akan mematok harga minimal Rp 2 juta sekali tampil," terang dia.

Sayangnya, Pemkab Sidoarjo dinilai kurang memperhatikan nasib kesenian barongsai ini. Padahal kerap dalam suatu event itu juga menampilkan kesenian barongsai.

Bahkan sejatinya seniman kelompok kesenian barongsai Sidoarjo itu ini juga berkeinginan memiliki tempat untuk latihan kesenian yang populer era Presiden Gus Dur itu. Tapi, sampai sekarang, keinginan itu tidak terealisasi.

sumber: inilah.com