Sabtu, 02 April 2011

Tidur yang Dilarang oleh Rasulullah S.A.W

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.

Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :

“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

2. Tidur Sebelum Shalat Isya’

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”

Zionisme Akar dari Terorisme

Manusia yang masih memiliki akal sehat (common sense), pasti akan bertanya-tanya dengan penuh rasa ingin tahu, mengapa orang-orang Yahudi, tak pernah henti-hentinya menumpahkan darah umat manusia. Kapan saja dan di mana saja. Bukan hanya di Palestina dan Timur Tengah. Tapi seantero jagad, setiap terjadi perang, dan kekejaman, pasti dibelakangnya ada tangan-tangan Yahudi.

Perang di Timur Tengah, semenanjung Arabia, yang terus menggelegak, bahkan kalau diurut ke belakang, terbunuhnya para sahabat, tak terlepas tangan-tangan jahat Yahudi. Di era sekarang ini, hancurnya Palestina, Iraq, Afghanistan, Balkan, dan kehidupan carut-marut secara global, kerusakan moral, ekonomi, dan budaya hedonis, semuanya adalah rekayasa Yahudi. Orang-orang Yahudi, yang menggunakan ideologi Zionisme, terus melakukan langkah-langkah penghancuran terhadap kehidupan umat manusia, sampai umat manusia itu menjadi budak orang-orang Yahudi.

Karena itu, kekerasan itu sudah melekat dan menjadi ideologi mereka. Prinsip-prinsip kekerasan dan kekejaman,yang menggunakan cara-cara teror itu, termaktub dalam agama Yahudi, seperti dijelaskan dalam kitab Taurat, versi Yahudi, antara lain, “Ketika kita mendekati kota untuk memeranginya, maka kita ditawari perdamaian. Maka sesungguhnya bila kamu merespon dengan positif hal itu, maka segala sesuatu terbuka bagimu. Dan setiap bangsa yang ada di sana menjadi pihak dapat dimanfaatkan dan diperbudak. Dan bila mereka tidak menyerah dan kamu berperang dengannya, maka kepunglah. Bila Tuhan menolongmu, maka bunuhlah setiap orang laki-laki dengan kekejaman pedang. Adapun, wanita, anak-anak, binatang ternak, dan setiap apa yang ada di kota semua menjadi harta rampasanmu. Dan kamu menghapuskan kezaliman musuh-musuhmu yang diberikan oleh Tuhanmu. Demikianlah kamu berlaku terhadap semua kota yang jauh sekali darimu yang bukan kota mereka, kecuali mereka yang ada disisni, hingga sampai ke kota bangsa-bangsa lain, yang diberikan Tuhanmu kepadamu yang tidak diberikankepada siapapun sebelum kamu”.

Orang-orang Yahudi menerapkan ayat Taurat dengan sangat kejam dan biadab. Seperti yang pernah terjadi pembumi hangusan kota Jericho, dan melakukan pembantaian selulruh penduduknya, tak ada yang tersisa oleh kekejaman orang-orang Yahudi. Peristiwa pembantaian terjadi dalam peristiwa Dir Yasin, yang mengakibatkan penduduk di perkampungan Arab dibabat habis, tanpa peduli, dan itu tejadi di tahun 1948. Awal berdirinya negara Israel. Sepanjang sejarah orang-orang Yahudi itu, tangannya selalu berlumuran darah, yang tak pernah kering. Pembantaian di kamp Palestina Chabra dan Satila (Lebanon), tahun l982, yang membunuhi ribuan orang Palestina, bersama-sama dengan milisi Kristen, saat Ariel Sharon menjadi menteri perthanan.

Pokoknya Yahudi selalu menyulut perang dari satu tempat ke tempat lainnya. Semuanya kekejaman yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi itu, mempunyai konsep yang sifatnya fundamental yang bersumber dari kitab Taurat. Konsep ini pula yang mengilhami Zionisme yang terus melakukan kerusakan atas kehidupan umat manusia.

Mereka dengan kitab Taurat itu mempunyai legalitas untuk memperlakukan dan bertindak apa saja terhadap orang-orang diluar kelompok Yahudi. Jadi pembantaian yang ada sekarang di Palestina mempunyai akar sejarah dan bermuara dari ajaran agama Yahudi, yang bersumber dari kitab Taurat.

Sebelumnya Israel melakukan agresi militer ke Gaza, semua pasukan Israel mendapatkan indoktrinasi dari para Rabbi mereka, yang melarang tentara dan pasukan Israel untuk memiliki belas kasihan terhadap musuh-musuh mereka, yaitu rakyat Palestina, yang ada di Gaza. Orang tua, anak-anak dan perempuan, tidak boleh dikasihani mereka semua harus dibunuh. Seperti yang dikatakan oleh Rabbi Elizar, yang memberikan semangat kepada tentara Israel, sebelum mereka masuk ke Gaza.

Taurat versi Yahudi itu, banyak mempromosikan kekejaman dan kekerasan serta teror, dan mengarahkan agar orang-orang Yahudi itu bertindak dengan biadab, seperti pembumi hangusan, pembantaian massal, dan penghancuran secara total, bahkan ‘mengharuskan untuk menggunakan metode yang palking brutal dan kejam dengan mengajak untuk membantai anak-anak kecil, menghancurkan rumah-rumah penduduk, dan menganiaya kaum wanita. Sekalipun wanita itu sedang hamil.

Sejarah peperangan yang berlangsung di Gaza, menunjukkan fakta-fakta itu, di mana mayoritas yang menjadi korban adalah anak-anak kecil yang tidak berdosa, dan wanita, serta bangunan-bangunan yang ada. Itulah kebiadaban orang-orang Yahudi. Tindakan mereka mendapatkan legitimasi dari agama mereka, yang bersumber dari kitab Taurat. Wallahu’alam.