Dikutip dari Wikipedia
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Setelah melihat tayangan Tempo Saga beberapa hari yang lalu, banyak sastrawan dan guru Bahasa Indonesia yang diwawancarai menyampaikan kemirisan mereka terhadap perkembangan bahasa gado-gado perlahan menggeser bahasa Indonesia yang benar. Miris aku melihat banyak generasi muda bangsa ini melupakan EYD. Mereka jaga gengsi dengan memakai bahasa-bahasa asing, dan mencampur adukkan ke dalam bahasa mereka. Bahasa campuran inilah yang sering disebut bahasa gado-gado
Berangkat dari sana, aku mencoba kembali membawa kembali EYD, yang kian tenggelam eksistensinya, ke hadapan kita lagi.
Karena pembahasaan EYD ini cukup banyak dan panjang, maka saya membaginya menjadi beberapa bagian. (Silahkan klik salah satu untuk membaca pembahasannya)
1. Penulisan Huruf
2. Penulisan Kata
3. Penggunaan Tanda Baca
Jumat, 11 November 2011
Raditya Dika pun Berkata
Beginilah ucapan dari sang maestro novel 'konyol', Raditya Dika, tentang tips menulis kreatif:
1. Menulis adalah tentang bagaimana cara kita menunjukan dan menceritakan sesuatu pada pembaca agar pembaca kita ikut merasakan apa yang ingin kita sampaikan.
2. Kita bisa mengangkat cerita berdasarkan pengalaman pribadi, misalnya pengalamanan percintaan kita atau kejadian yang memalukan yang bisa menimbulkan efek komedi.
3. Cara merangkai dialog yang menarik dan hidup, trik menciptakan visualisasi di benak pembaca, dan membuat kalimat awal yang menarik bagi pembaca. Di awal cerita yang kamu buat, kamu harus mampu membuat pembaca tertarik mulai dari awal kalimat yang kamu tulis. Jadi `first line` (barisan pertama-red) itu sangat menentukan," katanya.
dikutip dari antaranews.com
1. Menulis adalah tentang bagaimana cara kita menunjukan dan menceritakan sesuatu pada pembaca agar pembaca kita ikut merasakan apa yang ingin kita sampaikan.
2. Kita bisa mengangkat cerita berdasarkan pengalaman pribadi, misalnya pengalamanan percintaan kita atau kejadian yang memalukan yang bisa menimbulkan efek komedi.
3. Cara merangkai dialog yang menarik dan hidup, trik menciptakan visualisasi di benak pembaca, dan membuat kalimat awal yang menarik bagi pembaca. Di awal cerita yang kamu buat, kamu harus mampu membuat pembaca tertarik mulai dari awal kalimat yang kamu tulis. Jadi `first line` (barisan pertama-red) itu sangat menentukan," katanya.
dikutip dari antaranews.com
Langganan:
Postingan (Atom)