Kamis, 07 Juni 2012

Berharap Bisa Menjadi Penulis Remaja

Ah, hidup ini indah bagi siapa yang mensyukuri apapun yang diterimanya, dan tak pernah mengeluhkannya. Aku percaya hal itu. Dalam kesempatan kali ini, aku ingin bercerita sedikit tentang salah satu misiku untuk liburan semester tahun ini. Aku ingin mencoba menjadi cerpen Sebuah Nisan menjadi naskah sebuah novel yang judulnya Hidup ini Seperti Puisi. Hidup ini Seperti Puisi menceritakan tentang ikatan persahabatan yang kuat antara Kribo dan sahabat-sahabatnya. Mereka rela berbagi segalanya bersama, bahkan meski harus rela berbasahkuyup demi menggapai impian kelompok mereka. Diceritakan pula bagaimana seorang minoritas yang pada akhirnya kembali ke dalam golongan mayoritas. Kiranya beginilah kover novel yang telah aku bikin.



Dan target selanjutnya yakni Sebuah Rahasia Kecil, dikembangkan berdasarkan cerpen dengan judul yang sama. Sebuah Rahasia Kecil menceritakan bagaimana menjalani hidup ini dengan keberbedaan yang ada tanpa memaksakan persepsi suatu golongan. Dikarenakan persepsi dan faham dogmatis suatu golongan tersebut yang diceritakan di sini mengakibatkan tempat bergantungnya mimpi-mimpi Rega Seliha dihancurkan secara paksa dan dibakar hingga hanya tersisa puing-puing dan abu. Beginilah kiranya kover novel yang telah aku rancang. Sebuah cinta yang menerangi dunia itulah yang aku ambil dan masukkan ke dalam garis besar cerita ini.



Jadi aku harap kedua proyek ini bisa segera diselesaikan dan mampu diterima penerbit sekelas Bentang Pustaka. Semoga saja. Aamiin.

Minggu, 20 Mei 2012

Apa sih Bedanya Monyet dan Kera?

"Monyet lu!" mungkin itu kata-kata yang sering kita dengar sebagai bentuk kekesalan seseorang kepada orang lain, atau justru sebagai tanda "kasih sayang" kepada teman yang telah lama akrab. Beragam reaksi yang diberikan dari perkataan tersebut. Ada yang marah, kesal, jengkel, atau malah tertawa dan balik "mengatai" dengan nada bersahabat.


Tapi apa iya kita ini monyet? Apa iya kita ini turunan monyet seperti yang tertuang dalam teori kontroversial oleh Charles Darwin yang menyebut bahwa manusia berasal dari hewan primata? Sebentar, dalam Teori Evolusi Darwin dikatakan manusia berasal dari hewan primata, BUKAN monyet. Lantas spesies apa saja yang termasuk ke dalam kelompok primata? Monyetkah? Atau kerakah? Lalu, apa bedanya monyet dan kera? Mari kita cari tahu lebih dalam lagi...

Menurut WikiPedia:Primata adalah mamalia yang menjadi anggota dari ordo Primates. Di dalam ordo ini termasuk lemur, tarsius, monyet, kera, dan juga manusia. Kata ini berasal dari kata Bahasa Latin primates yang berarti "yang pertama, terbaik, mulia". Colin Groves mencatat sekitar 350 spesies primata dalam Primate Taxonomy. Ilmu yang mempelajari primata dinamakan primatologi.
Hewan primata dapat berdiri, duduk, berjalan tegak, dan menggunakan jari-jari tangannya untuk menggenggam, menggelantung, mengambil sesuatu, memasukkan makanan ke dalam mulut, mengusap, menggaruk, dan melempar sesuatu. Hewan primata termasuk makhluk sosial, mereka hidup berkelompok. Mereka berkomunikasi dengan cara bersuara dan menggerakkan mata atau tangan.

Hewan primata dapat berdiri, duduk, berjalan tegak, dan menggunakan jari-jari tangannya untuk menggenggam, menggelantung, mengambil sesuatu, memasukkan makanan ke dalam mulut, mengusap, menggaruk, dan melempar sesuatu. Hewan primata termasuk makhluk sosial, mereka hidup berkelompok. Mereka berkomunikasi dengan cara bersuara dan menggerakkan mata atau tangan.
Sekarang kita sudah mengetahui spesies-spesies yang tergolong dalam ordo Primata beserta ciri-ciri yang dimiliki. Menuju pertanyaan selanjutnya, apa bedanya monyet dan kera?




Seluruh primata memilik lima jari (pentadactyly), bentuk gigi yang sama dan rancangan tubuh primitif (tidak terspesialisasi). Kekhasan lain dari primata adalah kuku jari. Ibu jari dengan arah yang berbeda juga menjadi salah satu ciri khas primata, tetapi tidak terbatas dalam primata saja; opossum juga memiliki jempol berlawanan. Semua primata, bahkan yang tidak memiliki sifat yang biasa dari primata lainnya (seperti loris), memiliki karakteristik arah mata yang bersifat stereoskopik (memandang ke depan, bukan ke samping) dan postur tubuh tegak.




Banyak orang yang hingga hari belum mengetahui perbedaan antara monyet dan kera. Ironi sekali mengingat manusia termasuk keturunan primata.



Dari 195 jenis hewan primata yang ada di seluruh dunia, 40 jenisnya bisa ditemui di Indonesia. Lebih hebat lagi, dari 40 jenis tersebut, 21 jenis merupakan jenis-jenis endemik, artinya hanya terdapat di Indonesia dan tidak dapat dijumpai di tempat lain.

Untuk mengenali tiap jenis tersebut secara gampang, jenis-jenis primata yang suda kita ketahui sebelumnya, dibagi menjadi dua yakni MONYET dan KERA.

Monyet adalah jenis primata yang berukuran lebih kecil dan berekor (memiliki ekor) panjang yang dapat digunakan untuk bergelantung di dahan. Contohnya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang acap kali kita lihat di pertunjukan topeng monyet (the performing monkey) dan lutung (Trachypitecus sp.). Khusus untuk jenis Macaca, di dunia terdapat 20 jenis spesies yang berbeda, dan delapan jenis di antaranya endemik di Pulau Sulawesi.

Sedangkan kera, jenis primata ini berubuh lebih besar dan tidak memiliki ekor. Kera pun digolongkan lagi menjadi dua yakni kera besar dan kera kecil. Contohnya yakni Orangutan dan Owa Jawa. Owa Jawa sendiri merupakan primata endemik yang hanya dijumpai di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sayagnya, populasi Owa Jawa terus berkurang, dan dari data terakhir tercatat hanya sekitar 1.000-2.000 ekor. Sedangkan, untuk Orangutan, populasi mereka pun terus berkurang dan terancam punah 10 tahun mendatang. Sungguh sangat ironi sekali memang.

Jadi, sekarang kita sudah mengetahui perbedaan antara monyet dan kera. Maka, gantilah perkataan "monyet lu!" menjadi "kera lu!", karena manusia tidak memiliki ekor. Hehehehe.