Sabtu, 07 April 2012

Mereka Ada di Sekitar Kita


Hidup ini dibangun dari mimpi-mimpi para pemimpi yang tak henti-hentinya mewujudkan apa yang telah diimpikan. Sesulit apapun rintangan yang mereka temui dalam meraihnya, takkan menggentarkan tekad bulat mereka. Bertahun-tahun mereka mencoba memerbaiki hidup, dengan membanting tulang siang dan malam tanpa kenal lelah. Tubuh mereka jauh berbeda dari manusia-manusia yang selama ini aku saksikan. Pakaian mereka lusuh, dan rambut tak karuan wujudnya. Badannya pun penuh bekas luka, seperti hatinya yang terluka karena nasib mengantarkan mereka ke keadaan seperti itu. Hidup mereka seakan tak pernah ada waktu untuk berhenti sejenak meski hanya sekedar untuk mengambil nafas. Meski dengan kondisi yang seperti itu, sorot mata mereka tajam seakan-akan memandang jauh ke depan, senyum mereka berasal dari hati meski terkadang tampak dipaksakan, dan mimpi membuat mereka tetap berjuang di medan hidup yang sulit.

Rega Seliha tampak anggun di antara anak-anak kecil yang sedari mengelilinginya. Senyum gadis berkulit khas gadis sunda itu pun melengkapi paras parahyangan yang ia miliki. Dengan sabar dan ikhlas ia rela menggantungkan gelar sarjana yang ia dapat, dan lebih memilih membaktikan diri untuk anak-anak kecil itu. Ia memberi pelajaran akademik dan non-akademik kepada mereka. Ia berharap anak-anak kecil tersebut suatu hari nanti mampu menjadi generasi perubah dunia.

Anak-anak kecil tersebut tampak senang dengan kehadiran ‘malaikat’ tersebut. Antusiasme mereka dalam mempelajari sesuatu yang baru tak terhalangi oleh keadaan. Mereka semua ingin melepaskan diri dari jeratan hidup yang memenjarakan jiwa sejak mereka dilahirkan ke dunia. Liha tak mau semangat yang mereka miliki itu menguap begitu saja, maka setiap akhir pekan ia datang kemari mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00. Liha menikmati rutinitasnya yang seperti itu. Tak pernah ia menyesal atas apa yang telah ia pilih. Baginya, masa depan anak-anak tersebut jauh lebih berharga dibandingkan dengan gelar sarjana yang selama 7 tahun ia perjuangkan di bangku kuliah. Apalah arti sebuah gelar yang disandang seseorang jika tak mampu membuat orang tersebut berguna bagi orang-orang di sekitarnya; itulah visi yang ia miliki. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar