Jumat, 20 Januari 2012

Falsafah di Setiap Komponen Imlek

Setiap tradisi kebudayaan suatu daerah atau negara memiliki cerita beragam terkait detail kegiatan maupun perlengkapan tradisi tersebut. Demikian pula dengan Tahun Baru China atau Imlek yang jatuh pada 23 Januari mendatang.

Peringatan pergantian tahun oleh masyarakat Tionghoa ini mempunyai berbagai ornamen dan tradisi khas yang unik dan menarik. Namun, bukan hanya sekadar tradisi turun-temurun, berbagai ciri khas Imlek ternyata memiliki filosofi tersendiri.

"Setiap kegiatan persiapan menjelang Imlek dan ketika Imlek, serta kuliner dan ornamen khas Imlek bukan tanpa alasan. Semua hal tersebut memiliki falsafah tersendiri," kata Kepala Jurusan (Kajur) Sastra China Universitas Nasional (Unas) Titik Rahardjanti ketika dihubungi okezone, Rabu (18/1/2012).

Misalnya, kata Titik, tradisi bersih-bersih rumah sejak seminggu sebelum perayaan Imlek. "Bersih-bersih rumah ini dimaksudkan untuk menyambut kedatangan para dewa, seperti dewa rezeki dan dewa dapur," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, warga Tionghoa mengoleskan madu di mulut patung dewa yang ada di dapur (dewa dapur). "Madu itu kan manis. Hal ini bertujuan agar dewa dapur yang sudah datang akan memberitahukan berita yang baik-baik saja dalam rumah tersebut," tutur Titik ramah.

Uniknya, ketika Imlek, warga Tionghoa justru dilarang untuk menyapu. "Makanya, bersih-bersih harus dilakukan sejak seminggu sebelumnya. Karena jika menyapu saat Imlek, rezeki yang sudah masuk ke dalam rumah tersebut, dikhawatirkan akan hilang," kata Titik menjelaskan.

Sementara berbicara soal kuliner, Titik menyebutkan, kue keranjang sebagai salah satu panganan wajib ketika Imlek. "Kue dodol atau kue keranjang adalah makanan wajib ketika Imlek. Pemilihan kue ini pun bukan tanpa alasan. Menurut orang China, untuk merayakan tahun yang baru dengan makanan manis dipercaya sebagai pertanda baik untuk menjalani hari-hari selanjutnya," ujar Titik.

Berdasarkan pengamatannya, di Pasar Glodok Jakarta Pusat, Titik menemukan makanan khas Imlek lainnya, yakni ikan bandeng. "Menjelang Imlek, pembelian ikan bandeng di Glodok meningkat. Masyarakat China percaya, ikan merupakan simbol rezeki. Maka, mereka berharap dengan mengonsumsi ikan bandeng tersebut, akan mendatangkan rezeki berlimpah di tahun mendatang," katanya menerangkan.


Dikutip dari okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar